LAMONGAN, SELASA - Akibat menyusutnya air waduk dan rawa-rawa di Lamongan menyebabkan persawahan kekurangan air. Sejumlah area yang sedang panen padi pun hasilnya kurang maksimal karena banyak padi tidak berisi.
Pengamatan Kompas beberapa wilayah yang sedang panen di Desa Jatigrojog Kecamatan Kedungpring, Desa Gondanglor, Desa Sidorejo, Majenang, Desa Krakah di Kecamatan Sugio hasilnya tidak maksimal. Begitu pula di Desa Gembong Kecamatan Babat 130 hektar kekerin gan.
Menurut Kepala Desa Gembong M Bahrul Ulum, rawa Semando mengalami pendangkalan. Sementara pengalihan fungsi rawa untuk tambak memperparah kondisi kekeringan. Akibatnya rawa tidak optimal untuk menampung dan menjaga ketersediaan air. Akibat pendangkalan da n alih fungsi rawa pengairan sawah tidak bisa optimal.
Kondisi kurangnya pengairan berpengaruh terhadap produksi padi. Salah seorang petani di Desa Gembong Suarto (35) pada Selasa (22/7) mengatakan dalam kondisi normal dalam satu hektar bisa menghasilkan 7 ton." Tetapi saat ini panenan maksimal hanya 3 ton saja. Banyak yang gabuk (tidak berisi) Mas," kata Suarto.
Petani lainnya Ahmad Hadi (43) yang mempunyai sawah seluas di belakang SMP Negeri 3 Babat juga menyatakan panenannya tidak sempurna akibat rawa difungsikan menjadi tambak. Terpisah Tasrif (52) petani di Desa Jatigrojog yang panen padi juga mengeluhkan ha sil panenannya merosot. Menurut dia petani tidak bisa menikmati harga gabah yang bagus saat ini Rp 2.500 per kilogram gabah kering panen.
Namun Tasrif bersyukur kini masih bisa panen saja sudah untung, sebab sejumlah lahan petani lainnya malah puso (gagal panen). "Habis ini ya tidak mungkin lagi ditanami kami biarkan bero (tidak ditanami apa pun)," katanya.
Pada musim kering II ini sebagian besar petani di Lamongan tidak mungkin menanam lagi sebab persediaan air tidak mencukupi. Petani memilih membiarkan sawahnya mengering sambil menunggu hujan turun.
Kondisi waduk Gondang dan waduk Prijetan sebagai andalan utama petani sudah kritis. Bahkan kondisi waduk Prijetan yang berkapasitas normal 9 juta meter kubik (m3) kini sudah kering kerontang tanpa air. Sementara kasitas Waduk Gondang kini tinggal 15 perse n dari kapasitas normal 23 juta meter kubik (m3).
Selama ini kebutuhan pengairan pertanian di Lamongan dipenuhi dua waduk besar yakni waduk Gondang dan Prijetan, 33 waduk kecil, dan rawa-rawa. Kapasitas terisi normal di seluruh waduk dan rawa di Lamongan mencapai 107 juta meter kubik.