
MARAH, stres, dan kecewa bisa jadi membuat Anda menjadi agresif. Anda pasti butuh tempat menyalurkan seluruh emosi yang kerap kali tak mudah diatasi. Bisa jadi dengan memukul bantal, tembok, mengobrak-abrik ruangan kerja Anda, atau yang lain.
Tampaknya perilaku ini buruk dan destruktif, tapi ternyata tidak bagi sekelompok warga Spanyol di sebuah lapangan, 21 Juni lalu. Dengan palu godam yang cukup besar, mereka merusak kulkas, mobil, dan beberapa peralatan rumah tangga sebelum pesta kota di Castejon, Spanyol, berlangsung.
Mereka justru menganggap ini sebagai sebuah terapi. Ya, terapi destruktif (Destruction Therapy) namanya. Dan orang-orang ini sedang melakukan sesi pelepasan stres. Terapi destruktif atau destructotherapy ditemukan pada tahun 2003 oleh tiga orang pengusaha warga Spanyol yang menginginkan cara pelepasan ketegangan dan kemarahan yang kerap terjadi di kantor.
Terapi ini kemudian berkembang. Para pasien mesti membayar untuk kesempatan atau sesi ini dan bebas menggunakan peralatan yang digunakan untuk merusak berbagai barang yang dikumpulkan dari beragam tempat. Selama satu jam mereka boleh merusak apa saja yang disediakan di tempat terapi. Anehnya, 40 persen pesertanya adalah wanita.
Apakah aktivitas ini memiliki efek lama, masih perlu diperdebatkan. Namun, yang jelas, saat sesi berlangsung para peserta merasakan kegembiraan.