Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Olahraga Cegah Penyusutan Otak
Selasa, 15 Juli 2008 | 10:43 WIB

Aktivitas fisik yang menyehatkan dan dilakukan secara teratur, seperti olahraga, bukan hanya bermanfaat bagi orang sehat. Olahraga juga memberi dampak positif bagi penderita penyakit seperti alzheimer.
      
Pasien alzheimer ringan yang lebih rajin melakukan kegiatan fisik terbukti memiliki otak lebih besar dibanding pasien alzheimer yag kegiatan kebugaran fisiknya lebih rendah, demikian hasil riset para ahli di Amerika Serikat yang dimuat jurnal Neurology edisi 15 Juli.

Untuk sampai pada kesimpulaan tersebut, peneliti melibatkan 121 orang berusia 60 tahun untuk menjalani tes kebugaran menggunakan treadmill. Partisipan juga menjalani pemeriksaan otak guna mengukur white matter, grey matter, serta volume total otak.

Di dalam otak manusia, gray matter berfungsi sebagai pusat pemroses/penganalisis informasi, sementara white matter bekerja menghubungkan pusat-pusat informasi/analisis.

Dari seluruh partisipan, 57 orang di antaranya berada pada  tahap awal penyakit alzheimer, sedangkan sisanya tak mengalami kepikunan atau demensia.

"Pasien alzheimer tahap awal yang secara fisik kurang bugar memiliki penyusutan otak empat kali lipat ketimbang mereka yang secara fisik bugar ketika keduanya diperbandingkan dengan  lansia normal. Ini menunjukkan, pada orang yang kebugarannya lebih tinggi penyusutan otak yang berkaitan dengan alzheimer lebih sedikit," kata penulis riset Jeffrey Burns dari University of Kansas.
    
Hasil pengukuran juga tidak berubah walaupun telah mengabaikan faktor usia, jenis kelamin, tingkat keparah demensia, kegiatan fisik dan kelemahan.
    
Dengan penemuan ini, peneliti menganjurkan penderita alzheimer tahap awal dapat memelihara fungsi otak mereka dengan berolahraga secara rutin. "Aktivitas ini berpotensi mengurangi jumlah kehilangan volume otak mereka. Bukti menunjukkan, penurunan volume otak berkaitan dengan buruknya kemampuan kognitif. Oleh sebab itu, pemeliharaan volume otak yang lebih besar mungkin dapat ditafsirkan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik," kata Burns.

Xinhua
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!