Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Telat Kenal Susu Sapi Bikin Alergi?
Rabu, 9 Juli 2008 | 17:02 WIB

KEPUTUSAN menunda pengenalan susu sapi sebagai asupan tambahan pada bayi ternyata meningkatkan risiko mengidap alergi pada anak dalam masa dua tahun pertama kehidupannya, demikian klaim sebuah penelitian terbaru di Belanda.

Dr. Bianca E. P. Snijders, peneliti dari Maastricht University, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/7) menyatakan bahwa salah satu strategi yang sering direkomendasikan secara luas dalam mencegah alergi adalah menunda pengenalan susu sapi atau pun makanan cair pada bayi. Akan tetapi, faktanya saat ini belum banyak bukti ilmiah yang mendukung rekomendasi tersebut.

Beserta timnya, Dr. Snijders menyelidiki sejauh mana efek penundaan asupan susu sapi ini terhadap bayi. Mereka pun lalu menganalisa data penelitian dari  2.558 bayi.  Para ibu dari bayi ini juga memberi informasi tentang kesehatan mereka pada akhir masa kehamilan dan pada usia  3, 7, 12, dan 24 bulan setelah melahirkan.  Informasi itu diantaranya termasuk jenis makanan yang dikonsumsi serta gejala alergi yang mereka alami. Selain itu, para bayi juga menjalani tes dan pemeriksaan gejala alergi pada 2 tahun pertama.

Hasil tes menunjukkan bahwa penundaan untuk memperkenalkan susu sapi di atas usia  9 bulan secara signifikan dapat meningkatkan risiko bayi mengidap eczema, kelainan kulit kronis yang ditandai adanya lapisan kering dan gatal pada permukaan kulit.

Penundaan masa pengenalan makanan lain pada bayi melebihi waktu 7 bulan juga ditandai dengan hadirnya peningkatan risiko eczema, atopic dermatitis serta bersin-bersin. "Setelah mencoret para bayi yang dari awalnya menunjukkan gejala awal eczema dan  bersin-bersin pun tidak mengubah hasil penelitian,” ungkap Snijders dan timnya yang membuat tulisannya dalam jurnal Pediatrics.

“Meski pemberian ASI tetap menjadi prioritas utama dan secara medis terbukti menguntungan bagi kesehatan bayi, pentingnya untuk  perkenalan makanan lain pada bayi  untuk mencegah  alergi jelas sangat meragukan ”

Walau begitu, Snijders menekan, bila didasarkan atas pengetahuan yang ada saat ini “Mungkin sangat terlalu dini untuk mengubah panduan tentang pengenalan susu sapi pada bayi,” ujarnya.

Reuters
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!