Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Paparan Pestisida Picu Keguguran
Jumat, 4 Juli 2008 | 17:22 WIB

WANITA yang lingkungannya terpapar bahan kimia beracun seperti pestisida atau cenderung lebih rentan mengalami keguguran. Hasil penelitian di ladang bawang dengan frekuensi penyemprotan pestisida sangat tinggi menunjukkan, perempuan di tempat tersebut memiliki resiko keguguran 79 persen lebih tinggi daripada perempuan yang bekerja di ladang lain.

Temuan ini merupakan kesimpulan disertasi dr Astrid W Sulistomo dalam sidang terbuka promosi doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Selasa (8/7) kemarin.  Penelitian Astrid yang melibatkan 612 responden di sentra pertanian Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berlangsung antara April-November 2007.  Dalam penelitiannya, ia menggunakan metode skoring untuk menilai intensitas paparan pestisida terhadap perempuan petani di Brebes.

Saat ini, pestisida digunakan secara luas di Indonesia, khususnya di sektor pertanian. Perempuan yang tinggal atau bekerja di area pertanian beresiko tinggi terpapar pestisida. Rendahnya pendidikan petani dan kurangnya pengetahuan tentang risiko terpapar pestisida meningkatkan resiko gangguan kesehatan reproduksi, termasuk abortus spontan alias keguguran.
     
Dengan menggunakan metode skoring, didapati bahwa semprotan pestisida yang tinggi meningkatkan resiko keguguran di antara petani perempuan hingga 3,57 kali lipat. Namun cara kerja yang aman, seperti menghindari saat penyemprotan di ladang, cuci tangan dan ganti baju segera setelah bekerja di ladang dapat menurunkan risiko keguguran.

Menurut promotor sekaligus Guru Besar Obstetri dan Ginekologi FKUI Prof Gulardi Wiknjosastro, "Bila penelitian ini diangkat ke ruang lingkup yang lebih luas, dapat diasumsikan bahwa permasalahan yang dialami perempuan petani di Brebes kurang lebih sama untuk perempuan petani di Indonesia pada umumnya."

Menurut data BPS 2007, diperkirakan sekitar 13 juta perempuan bekerja di sektor pertanian. Dengan risiko mengalami riwayat reproduksi yang sama buruknya, kata Prof Gulardi,  maka hal ini akan berdampak sangat luas bagi status kesehatan ibu maupun masalah ekonomi secara nasional.

Metode skoring diadaptasi dari metode kuantitatif untuk menilai paparan pestisida dengan penggunaan kuisioner wawancara. Metode ini telah digunakan dalam penelitian lanjutan untuk mengetahui pengaruh pajanan pestisida terhadap berbagai penyakit kronik, seperti kanker dan penyakit paru pada 58.000 petani di Amerika Serikat.

Ant
Sumber :
Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!