Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
2011, Bio Farma Produksi Vaksin AI untuk Manusia
Minggu, 11 Mei 2008 | 21:24 WIB

BANDUNG, MINGGU - PT Bio Farma siap memproduksi vaksin flu burung atau avian influenza (AI) untuk manusia pada 2011 dengan target produksi awal 20 juta dosis. Rencana itu dilakukan untuk mengantisipasi  pandemi flu burung.

"Sebagai tahap awal akan diproduksi vaksin flu seasonal mulai tahun depan, selanjutnya disiapkan untuk produksi flu burung untuk manusia," kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT Bio Farma, Iskandar di sela-sela penyerahan Bea Siswa untuk 176 siswa di Bandung, Minggu.

Iskandar menyebutkan, investasi yang dibutuhkan untuk memproduksi vaksin flu burung untuk manusia itu sekitar Rp400 miliar baik untuk teknologi,  infrastruktur dan persiapan sumber daya manusianya. "Investasinya memang cukup besar, namun itu harus ditempuh," tegasnya.

Rencananya, produksi vaksin flu burung untuk manusia difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ia menyebutkan, 20 juta dosis vaksin flu burung masih kecil dibanding jumlah penduduk Indonesia.

Saat ini, PT Bio Farma baru memproduksi vaksin H2N2 atau vaksin flu burung untuk unggas. Sementara itu langkah produksi vaksin flu seasonal yang akan dimulai 2009 mendatang, kata Iskandar, dilakukan sebagai langkah awal sebelum memproduki vaksin flu burung untuk manusia.
     
"Bila diperlukan nanti, vaksin seasonal itu tinggal dirubah jenisnya dengan virus flu burung yang ada di Indonesia. Vaksin flu seasonal saat ini dipakai untuk vaksin para jemaah haji," jelasnya.

Ia mengakui untuk vaksin flu seasonal, PT Bio Farma masih mengimpor bahan bakunya yakni sekitar 200 ribu bulk (bahan setengah jadi) dari Jepang. Potensi pasar vaksin seasonal cukup besar, tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Namun demikian, langkah awal itu difokuskan untuk produksi dalam negeri terkait antisipasi flu burung.

Selain tengah menyiapkan langkah pengembangan vaksin seasonal dan flu burung untuk manusia, PT Bio Farma juga mengembangkan vaksin maningitis dan vaksin pneudomoko untuk pencegahan pneumonia.

Antara
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!