JAKARTA, SELASA - Tidak adanya respon dari pihak kelurahan maupun puskesmas membuat warga RT 03 RW 14 Kelurahan Karangtengah Kecamatan Karangtengah, Tangerang, berinisiatif melakukan pengasapan sendiri sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit chikungunya. Hal itu disampaikan Ketua RT 03 RW 14 Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Tangerang, Suradal, saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/4).
"Pengasapan itu inisiatif dari RT, bukan dari kelurahan atau puskesmas," ujarnya. Aktivitas pengasapan tersebut dilakukan pada Minggu (13/4) lalu. Dalam satu bulan terakhir ini, warga RW 14, khususnya yang berada di RT 03 banyak yang mengalami gejala chikungunya. Belum adanya respon dari pemerintah membuat warga RT 03 mengambil inisiatif melakukan pengasapan sendiri.
Warga sepakat untuk mengumpulkan iuran sebesar Rp 5 ribu guna membayar petugas yang melakukan pengasapan serta obat yang dipakai. "Anggaran yang diutuhkan itu sekitar Rp500ribu. Jumlah itu sama kalau kita lakukan pengasapan melalui kelurahan. Jadi kita urus sendiri," kata Suradal.
Ia berharap pemerintah memperhatikan kondisi kesehatan warganya saat ini di tengah pergantian musim, yang menurutnya menghadirkan banyak nyamuk sebagai biang penyakit. "Harusnya tiap ada pergantian musim seperti saat ini harus dilakukan pengasapan terus karena rawan nyamuk," ujarnya.
Pengasapan terakhir di wilayah RT 03, jelas Suradal, sudah dilakukan sekitar lima bulan yang lalu. Sementara itu, pihak Kelurahan Karangtengah mengatakan keputusan melakukan pengasapan tersebut merupakan wewenang puskesmas. "Pihak Kelurahan cuma membantu untuk urusan administrasi. Kita siap bantu kalau ada RW yang ingin melakukan pengasapan di tempatnya. Selanjutnya urusan puskesmas," ujar Qoriah, Kepala Seksi (Kasi) Kemasyarakatan Kelurahan Karangtengah Kecamatan Karangtengah Tangerang, saat ditemui di ruang kerjanya.