Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kembali ke Index Topik Pilihan
Hindari Pandangan Dikotomis Terhadap Homo
Jumat, 28 Maret 2008 | 00:47 WIB

BANYAK faktor yang menyebabkan seseorang menjadi homoseks dan sebagian besar homoseks disebabkan bawaan sejak lahir (given). Oleh karena itu, penulis buku 'Kaum Homo, Bersatulah!', Soffa Ihsan mengatakan bahwa agama jangan terlalu dikotomis dalam memandang homoseksual.
   
“Dalam memandang homo, agama, khususnya Islam jangan terjebak dalam kajian yang hitam putih dan dikotomis sehingga tidak dapat memandang semua secara menyeluruh,” ujar Soffa.
   
Dalam Dialog Publik "Islam Sebagai Agama Rahmatan Lil Alamin dan Sikapnya Terhadap LGBT," di Jakarta, Kamis (27/3), secara khusus Soffa memaparkan dengan terus berkembangnya homoseksual, seharusnya kaum muslim dapat menjawab realitas ini melalui itjihad yang menyatakan salah saja mendapat pahala, apalagi benar.
   
Soffa juga menjelaskan fiqih Islam memang hanya membahas ekspresi penyaluran seksual dengan lawan jenis sedangkan persoalan mencintai sesama jenis tidak banyak dibicarakan karena hal ini merupakan wilayah yang sangat psikologis dalam diri manusia dan  fiqih pada dasarnya tidak bicara persoalan psikologis.
   
“Namun, yang pasti, fiqih selalu mengalami perubahan sesuai konteks waktu dan tempat. Tapi apresiasi terhadap kaum homoseksual memang bukan berarti memberikan legitimasi kebenaran secara teologis,” ujarnya.

Penulis: LIN   |   Editor: Abdi Susanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!