Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Keluarga Mariani akan Tuntut RSOB Batam
Kamis, 20 Maret 2008 | 15:58 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
BANDUNG, TRIBUN Keluarga Mariani (36) tetap akan pihak Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) melalui jalur hukum.


Ini ditegaskan Novber Siregar SH dari LBH Kesehatan Manggarai Jakarta yang siang tadi ikut menyertai kakak kandung Mariani, Mulyadi (38), menjemput jenazah perempuan malang itu di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Mariani, warga Jalan Taman Lestari Blok D, Batam, Kepulauan Riau, dirawat di RSHS sejak Selasa (11/3). Ia jatuh sakit dan lumpuh, setelah melahirkan anak ketiganya di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB), September 2006. Meninggal dalam perawatan di RSHS, pukul 08.00 tadi.

Novber mengatakan, pihak keluarga akan menuntut RSOB atas dugaan malapraktek saat Mariani menjalani persalinan dulu.

"Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polda Batam. kami akan melanjutkannya," kata Novber.

Menurut Mulyadi, ketika menjalani persalinan di RSOB tahun 2006, Mariani ditangani seorang bidan bernama Fatmawati. Bidan tersebut mengatakan kepada Bujang (36), suami Mariani, bahwa bayi yang dikandung istrinya berlibat dan dalam posisi tidak siap lahir sebagaimana umumnya. Kepala sang bayi tidak berada di mulut rahim.

"Tapi bidan maksa bayi itu keluar dengan cara perut Mariani didorong. Dan pas keluar, pantat duluan, bukan kepala," kata Mulyadi.

Setelah itu, Mariani dibawa ke ruang rawat inap. Entah bagaimana kejadiannya, dua hari menjelang kepulangannya ke rumah -- setelah melahirkan bayi perempuan seberat 2,9 kilogram -- pihak keluarga mendapat kabar Mariani sakit dan mengalami kejang-kejang.

"Dari informasi yang saya dapat, adik saya sempat diberi obat penurun panas warna merah. Tidak lama setelah minum obat itu, adik saya pusing. Adik saya, yang saat itu sendirian di ruang rawat inap, terjatuh dan kepalanya terbentur besi pinggiran tempat tidur. Setelah itu, adik saya sakit," kata Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, setelah suami Mariani pergi meninggalkan adiknya menyusul kelumpuhan Mariani, tiga anak Mariani yang masih kecil-kecil dirawat di Padang Pariaman, tempat orang tua Mariani tinggal.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!