Selasa, 29 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Lupa Sarapan Picu Obesitas
Selasa, 4 Maret 2008 | 14:00 WIB

BEIJING, RABU - Remaja yang ingin tetap sehat sebaiknya tidak boleh melewatkan sarapan, karena menurut studi yang dipublikasikan jurnal Pediatrics edisi Maret, mereka yang melewatkan makan pagi berisiko tubuhnya menjadi gemuk.

Dengan melibatkan 2.216 remaja di wilayah Minneapolis-St. Paul, Minnesota, Amerika Serikat, riset ini  meneliti sejumlah faktor seperti masalah pola makan, berat badan serta gaya hidup selama lima tahun. Partisipan riset ini wajib mengisi survei mengenai pola makan serta memberi keterangan mengenai tinggi, berat, indeks massa tubuh serta kegiatan fisik mereka.

Hasil studi  menunjukkan, semakin rutin remaja melakukan sarapan pagi, semakin rendah pula indeks massa tubuh mereka. "Apa yang kami temukan dalam studi ini bahwa  anak-anak yang sering menikmati sarapan terutama setiap hari, secara keseluruhan mereka lebih sehat  dalam hal gaya hidup mereka," kata Mark Pereira dari University of Minnesota School of Public Health, yang memimpin studi itu.
    
"Menarik untuk memperhatikan bahwa anak-anak yang makan pagi setiap hari, secara keseluruhan, memiliki pola makan yang jauh lebih baik dan secara fisik lebih aktif," kata Mark Pereira.

Pereira menyatakan teori bahwa orang yang makan pagi dapat mengendalikan nafsu makan mereka lebih sepanjang hari itu. Itu juga dapat mencegah mereka makan secara berlebihan saat makan siang atau makan malam.

Lebih dari sepertiga remaja yang berusia 12 hingga 19 tahun, menurut studi tersebut, sekarang mengalami kelebihan berat badan atau menghadapi risiko mengalami obesitas.

Xinhua
Sumber :
Penulis: AC   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!