Kamis, 18 Desember 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kadal, Penangkal Asma
Sabtu, 19 Januari 2008 | 20:59 WIB
arbain rambey/kompas
TERKAIT:

Jangan anggap remeh kadal. Ramuan binatang melata yang hidup di semak-semak ini mampu mengatasi gangguan pada organ ginjal dan paru-paru penderita asma, batuk, dan tuberkulosis (TBC).
 
Hingga tahun lalu Bun Yuk Koi (67) menderita gangguan batuk. Beragam obat batuk dan antibiotik diasup, tetapi belum juga memberi kesembuhan. Akibat gonta-ganti obat batuk, ia merasa raut wajahnya seperti orang berusia 80 tahun!

Akibat lain, lambat laun rambutnya kian menipis karena mengalami kerontokan. Dari pemeriksaan dokter, gangguan lain yang dialaminya adalah melemahnya fungsi organ ginjal.

Sementara Aa Kim (60), sepanjang tahun 2004 pernah mengalami gangguan asma. Ia mengeluh tak mampu menarik napas dalam-dalam dan setiap pagi selalu bersin-bersin. Aa tak pernah mengeluarkan suara batuk meski merasa ada yang menganjal di saluran napasnya.

Dr. Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dokter yang berpraktik di RS Omni Medical Center dan Klinik TCM Beijing, Jakarta, menganjurkan Bun dan Aa mengonsumsi ramuan kadal. Bun diresepkan 3 x 4 kapsul kadal sehari selama 3 minggu, sedangkan untuk Aa 3 x 3 sehari selama sebulan. Hasilnya, mereka terbebas dari gangguan yang diderita.

Bun mengaku, baru dua hari mengonsumsi kapsul kadal, ia mampu mengeluarkan lendir, napasnya pun lega. Pada hari ke-21, ia tak lagi mengeluarkan suara batuk. Sementara Aa merasa kondisinya lebih sehat dan bugar.

Asin dan Netral
Kadal banyak dijumpai di daerah Asia, khususnya Asia Utara dan Tenggara. Menurut pengobatan tradisional Cina, kadal bersifat asin dan netral. Fungsinya sebagai tonik bagi organ paru-paru dan ginjal.

Dalam teori lima unsur Traditional Chinese Medicine (TCM), kadal berfungsi sebagai tonik unsur yang ginjal dan bisa meningkatkan vitalitas seksual. Juga sebagai tonik energi murni, darah, dan chi paru-paru. Manfaatnya, bisa meredakan asma dan mengobati batuk berlendir.
Meringankan Kerja Paru

Batuk menurut TCM, didefinisikan sebagai ke sou. Ke berarti banyak suara batuk, tetapi tidak berlendir. Sebaliknya, Sou tidak ada suara, tetapi banyak lendir.
Dr. Budi menjelaskan, batuk merupakan refleks otot ketika ada benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Tarikan napas tak mendalam akibat ginjal yang dilambangkan dengan air, tak dapat bekerja sama dengan paru-paru, yang dilambangkan dengan logam.

“Logam kering karena air tak lagi membasahinya. Seakan-akan logam kekurangan kekuatan untuk menarik oksigen. Dengan dikuatkannya ginjal, paru-paru bisa bekerja normal. Ginjal sebenarnya yang menarik oksigen hingga ke dalam organ paru. Dalam hal ini, ginjal meringankan kerja paru-paru,” katanya.

Ramuan bubuk kadal diyakini mampu mengeluarkan lendir, membuat suara batuk tak terdengar lagi, dan tarikan napas semakin panjang. Bubuk kadal juga baik bagi penderita TBC, yang batuknya sudah berkepanjangan.

Dr. Budi menuturkan pengalamannya saat masih berpraktik di RS Beijing, Cina. Ia mendapati, di sana pasien asma dan batuk yang tetap bandel merokok, kondisinya terbilang lebih sehat bila dibandingkan pasien Indonesia.

Padahal, nikotin dari rokok membuat kerja paru-paru melemah. Kondisi mereka, bisa saja terjadi karena rajin minum arak kuning dengan rendaman kadal.

Ekor Paling Baik
Kadal diyakini mempunyai fungsi yang mirip dengan hormon testosteron. Kadal juga berkhasiat sebagai pereda otot paru-paru yang sedang tegang akibat kurang pasokan oksigen.

Bubuk kadal mampu meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kadar gula darah, serta berfungsi sebagai antiaging atau antipenuaan. “Menurut penelitian di Cina, kadal mengandung protein, lemak, mineral, dan kalsium,” tutur Dr. Budi.

Bagaimana cara mengolahnya? “Buang seluruh isi organ tubuh beserta sisiknya. Cuci bersih bagian tubuh yang tersisa, lalu dilebarkan. Tubuh yang melebar tersebut ditusuk dengan kayu bambu hingga rata dan tipis. Sesudah siap, panggang hingga kering dengan suhu rendah,” ujarnya.

Setelah kering, daging kadal siap digiling hingga berbentuk bubuk. Selanjutnya bisa dikonsumsi dalam takaran gram atau dimasukkan ke dalam kapsul.

Cara lain, 5 ekor kadal panggang dimasukkan ke dalam wadah berisi 5 liter cairan arak kuning. Diamkan selama satu malam, selanjutnya minum tiga kali satu sloki setiap hari.

Dr. Budi mengingatkan, sebelum diolah menjadi obat, hendaknya buang bagian kepala dan ujung kaki kadal karena mengandung racun. Ekor adalah bagian yang paling berkhasiat dibanding bagian tubuh lainnya. Namun, ia tak menjelaskan alasannya. 

Untuk mendapatkan khasiat pengobatan, dosis yang dianjurkan 3 kali sehari masing-masing 1-3 gram. Bila dalam bentuk kapsul, minum 3 x 3 sehari.

Di Klinik Herbal dan Akupuntur Beijing, Jakarta Barat, 1 gram bubuk kadal Rp 2.000, sedangkan kapsul kadal untuk konsumsi 7 hari, harganya Rp 130.000.

 

Gaya Hidup Sehat
Sumber :
Penulis: TOK   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!