BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, penyakit chikungunya mewabah di lima tempat di lima kabupaten/kota di Lampung. Penderita di lima tempat itu cukup banyak sehingga Dinas Kesehatan Lampung menetapkan serangan wabah chikungunya di lima kabupaten/kota tersebut sebagai kondisi kejadian luar biasa atau KLB.
Kasi Pencegahan dan Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Lampung Ayla Kairus, Kamis (10/1) mengatakan,KLB tersebut dinyatakan terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Barat, Bandar Lampung, dan Lampung Utara. ”Karena sebelumnya belum pernah terjadi kemudian terjadi dan menyerang puluhan orang, desa atau lokasi penderita chikungunya kami nyatakan KLB,” katanya.
Di lima kabupaten/kota KLB itu, penderita yang terserang virus chikungunya yang dibawa nyamuk Aedes aegypti diketahui berjumlah puluhan orang. Data Dinas Kesehatan Lampung menyebutkan, selama periode November 2007 hingga Januari 2008, jumlah penderita chikungunya di Pegelaran Tanggamus sebanyak 11 orang, di Natar Lampung Selatan 46 orang, di Krui Lampung Barat 25 orang, di Way Dadi Sukarame Bandar Lampung 33 orang, dan di Desa Negeri Tulang Bawang Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara 31 orang. Sampai saat ini puluhan pasien itu masih dalam pengobatan dan perawatan.
Kasubdin Pemberantasan, Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Lampung Diah Iskraeni mengatakan, karena vektor atau nyamuk pembawa virus tersebut sama dengan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), pasien yang menderita chikungunya biasanya menampakkan gejala-gejala mirip demam berdarah. Diantaranya panas, muncul bercak merah, kejang, serta mual.
Hanya saja, virus chikungunya tidak mematikan seperti virus DBD. Virus chikungunya lebih banyak menyerang persendian pasien sehingga penderita chikungunya merasa sakit di bagian persendian.
Untuk memastikan virus yang menyerang warga betul virus chikungunya, Dinas Kesehatan Lampung sudah mengambil contoh darah pasien dan memeriksakannya di Laboratorium Departemen Kesehatan. Berdasarkan pengamatan laboratorium, di lima tempat di lima kabupaten/kota itu virus chikungunya positif mewabah.
Untuk menekan penyebaran virus, Dinas Kesehatan kabupaten/kota sudah melakukan fogging atau pengasapan di lima tempat itu. Selain itu, secara menyeluruh Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan dan menjaga kondisi lingkungan kering tidak ada genangan air. ”Supaya nyamuk pembawa virus chikungunya tidak berkembang,” kata Diah.